BATTLE OF SURABAYA – A search of victory in movies war!














Satu lagi karya anak bangsa yang patut diacungi jempol, mengangkat tema kemanusiaan, kehormatan, dan kebebasan, film ini menyajikan tontonan yang bermutu untuk para penikmat film Indonesia. 


Berjudul Battle of Surabaya, film ini merupakan film animasi 2D pertama di Indonesia produksi MSV Pictures, yang disutradarai oleh Aryanto Yuniawan dengan naskahnya yang ditulis oleh Suyanto, direktur STIMIK AMIKOM Yogyakarta. Pembuatan film ini sendiri dikerjakan oleh lebih dari 50 animator dan telah menelan biaya produksi sekitar Rp. 500 juta, belum termasuk biaya hingga proses akhir pembuatan film.

Film Battle of Surabaya menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.














Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pemboman kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. “Indonesia merdeka, itu yang kudengar di RRI, Jepang menyerah!!” kata Musa. Tetapi langit Surabaya kembali merah dengan peristiwa Insiden Bendera dan kedatangan Sekutu yang ditumpangi oleh Belanda. Belum lagi gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam yang dilawan oleh Pemuda Republiken. 


















Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Pak Moestopo, Bung Tomo dan tokoh-tokoh lain membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo & pemuda Indonesia bangkit melawan penjajahan.Musa dipercaya sebagai kurir surat dan kode-kode rahasia yang dikombinasikan dengan lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia yang didirikan Bung Tomo. Berbagai peristiwa dilalui Musa sebagai kurir, kehilangan harta dan orang-orang yang dikasihi menjadi konsekuensi tugas mulia tersebut.Cerita ini merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 Surabaya. Selain tokoh-tokoh nyata, terdapat tokoh fiktif yang sengaja dibuat untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pesan perang tentang semangat, cinta tanah air, dan perdamaian.




Anda akan menjumpai Bung Tomo berteriak “Allahu Akbar” di hadapan ribuan arek-arek Suroboyo. Ketika ia berteriak, kamera diarahkan mendekati wajah pejuang kemerdekaan itu. Dengan bersemangat, para pejuang itu kemudian berperang menghadapi penjajahan di atas bumi Surabaya. Mereka menghadang mesin perang penjajah.

Battle of Surabaya, bukan sekedar film animasi anak-anak biasa namun digarap dengan Hollywood Taste. Terbukti, teaser film ini telah meraih beberapa penghargaan nasional seperti:

Winner INAICTA 2012 kategori Film Animasi oleh Kementerian Kominfo RI.
1st Winner INDIGO FELLOWSHIP 2012 oleh Telkom Indonesia.
Nominasi Terunggul kategori Film Animasi ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Battle of Surabaya, dijadwalkan akan tayang pada 15 April 2014 mendatang. Semoga, film ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi sineas dan animator Indonesia untuk terus membuat dan menghasilkan film dan animasi yang bermutu sehingga mampu memajukan industri perfilman Indonesia secara keseluruhan.

Teman-teman bisa cari tahu info lebih lanjut seputar film ini di Official Fanpagenya:
https://www.facebook.com/BattleOfSurabayaTheMovie

BATTLE OF SURABAYA – There is no glory in war!




Cinta Dari Wamena: Cinta yang Bisa Menyembuhkan Segalanya.




















HIV/Aids saat ini merupakan infeksi pembunuh nomer satu di dunia. World Health Organization (WHO) mengklaim saat ini ada 34 juta orang hidup dengan HIV/Aids. Mungkin itu baru yang terdata saja, kita tidak pernah tahu apakah data itu akurat? Dan apakah data itu sampai ke pelosok desa di Indonesia?

Jumlah data tersebut tentu akan bertambah, mengingat saat ini HIV/Aids belum ditemukan obat penyembuhnya. Kalaupun ada saat ini hanya sebatas mencegah virus HIV/Aids untuk berkembang biak dalam tubuh manusia, namanya Antiretrovival Therapy (ART). Kalau proses reproduksi virus HIV/Aids ini berhenti, maka sistem imun dalam tubuh manusia bisa bertahan lebih lama dan dapat melindungi pasien dari infeksi lain. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah menyediakan obat ini. Dan sekali lagi, menurut data WHO, hanya 54% penderita HIV/Aids yang memiliki akses terhadap ART. Bagaimana dengan sisanya?

Penyebaran HIV/Aids bisa dibilang sudah tidak bisa dibendung lagi. Kita dapat temui seks bebas di kota-kota besar dunia, maraknya pemberitaan pengguna narkoba yang memakai jarum suntik secara bergantian di televisi, sampai pemasangan tattoo pinggir jalan yang tak jelas sterilisasinya. Ini semua adalah tempat favorit muncul dan menyebarnya virus HIV/Aids. Mungkin masih banyak lagi cara penyebaran virus HIV/Aids, tapi yang pasti menurut Yayasan HIV/Aids Indonesia, bersentuhan secara fisik (bersalaman atau berpelukan), gigitan nyamuk / serangga, pemakaian fasilitas umum bersama (kolam renang, WC umum) dan terkena bersin dari penderita HIV/Aids TIDAK AKAN menyebabkan penularan dari virus HIV/Aids.

Banyak orang yang menganggap tabu akan hal HIV/Aids, makanya sering kita jumpai para Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) dijauhi dari lingkungannya. Karena dianggap virus HIV/Aids bisa menular lewat udara layaknya virus H5N1 (flu burung). Padahal sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa virus HIV/Aids tidak akan bisa tersebar melalui udara. Apakah penyebaran informasi kurang merata? Apakah media brosur dirasa kurang cukup penyampaiannya? Apakah kita hanya terus bertanya dengan melihat seperti saat ini tanpa melakukan apa-apa?

Kalian yang sudah membaca sampai sini dan merasa gerah, berbahagialah. Karena saat ini di Indonesia, sedang tayang film yang berjudul Cinta Dari Wamena. Sebuah film edukasi khusus untuk mengenal lebih jauh bagaimana virus HIV/Aids bekerja. Di mana warga Papua yang mayoritas buta huruf, dirasa masih kurang edukasi tentang HIV/Aids jika hanya melalui media brosur dll. Lasja F. Susatyo selaku sutradara dalam film Cinta Dari Wamena, merasa hanya lewat film manusia akan merasa lebih tersentuh dan lebih peka terhadap kejadian HIV/Aids yang sebenarnya.


Trailer Cinta Dari Wamena: 



Cinta Dari Wamena adalah film tentang 3 sahabat: Litius (Maximus Itlay), Tembi (Benyamin Lagowan) dan Martha (Madonna Marrey) yang ingin melanjutkan pendidikan ke kota Wamena, di mana mereka bisa bersekolah gratis. Mereka mempunyai mimpi untuk menjadi orang besar nantinya, bisa membanggakan suku dan masyarakat Papua. Akan tetapi gaya hidup bebas di Wamena membuat salah satu diantara mereka terinfeksi virus HIV/Aids, hal ini cukup menantang mimpi dan persahabatan mereka.

Dipenuhi oleh lawakan polos khas Papua yang berhasil menghidupkan suasana nonton di bioskop dengan tertawa lepas, membuat film Cinta Dari Wamena ini tak membosankan seperti kebanyakan film edukasi lainnya. Selain itu, masih ada akting natural para pemeran Cinta Dari Wamena yang selalu berhasil membuat kita menyimpulkan senyum kecil ketika mendengar mereka berdialog. Dan yang paling tidak bisa dilupakan ialah pemandangan alam Wamena yang diapit oleh pegunungan Jayawijaya, diekspos habis-habisan hingga tersaji di layar bioskop. Membuat kita seakan masuk di dalamnya, menghirup udara segar khas pegunungan sebelum kita benar-benar bisa terbang ke sana.

Satu hal lagi yang paling menarik dari film ini adalah sebagian keuntungan dari penayangan film Cinta Dari Wamena di bioskop, akan didonasikan untuk penanggulangan korban HIV/Aids di daerah Papua, khsusunya Wamena. Jadi, kapan lagi kita bisa nonton film sekaligus bersedekah untuk membantu saudara-saudara kita di timur Indonesia ini? Semakin banyak yang menonton film ini, semakin banyak juga donasi yang terkumpulkan.

HIV/Aids memang belum ditemukan obatnya, tapi CINTA bisa menyembuhkan segalanya. Cinta dari kita adalah obat yang paling ampuh untuk memberikan keyakinan bagi ODHA agar bisa hidup lebih lama. (JK)

Informasi lebih lanjut:
Cinta Dari Wamena di 




Tonggana, Berkendara Di Pinggiran Senja



Di bawah pepohonan rindang komplek wisata hiburan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tampak seorang pak tua dengan keringat membasahi tubuhnya. Kemeja putih yang ia kenakan tak lagi mampu melindunginya dari panas terik sang mentari. Sesaat ia berdiri, lalu merengguk satu hingga dua botol air mineral. Dengan handuk di bahu kanannya, ia melangkah mantap menuju mobil berwarna putih, tak jauh dari tempat ia berdiri. Tersurat di badan mobil itu sebuah tulisan, Mobil Keliling Pengunjung Taman Mini Indonesia Indah.

Ialah Tonggana, satu dari enam belas orang pengendara mobil keliling di kawasan TMII.

Mobil keliling telah dipenuhi penumpang. Tonggana, mulai menyalakan mobilnya. Suara gas pun menderu dari balik knalpot, seketika ia tersentak. Matanya menatap nanar pada mentari nan berangsur surut, hendak bersembunyi ke balik horizon. “Sudah lima puluh lima tahun..” ucapnya lirih. Seorang pemuda yang duduk di bangku terdepan pun bertanya, “Ada apa, pak?”

“Oh, tidak. Tiba-tiba saya teringat saya sudah berusia lima puluh lima tahun. Hari ini hari ulang tahun saya” Tonggana menjelaskan.

Mobil keliling Tonggana pun memulai petualangannya, dengan senyum merekah dan tawa lebar, Tonggana menjelaskan satu per satu sejarah dan informasi terkait anjungan-anjungan TMII yang dilewatinya. Tak jarang, pak tua ini sesekali melontarkan canda dan membuat para penumpang terpingkal-pingkal karenanya.

Namun, di balik canda dan kelakarnya, Tonggana masih merasa belum mendapatkan apresiasi yang layak sebagai pekerja di TMII. Sesekali di tengah candanya, ia menjelaskan keluh-kesahnya.

“Sudah lebih dari sebelas tahun saya bekerja di sini. Sekarang saya tahu masa depan bekerja di sini suram.” jelasnya.

Tonggana mengaku, terkadang memang ada masa-masa yang membuat dirinya bangga bekerja di TMII. Tak jarang, tokoh-tokoh nasional, hingga kalangan Menteri menaiki mobilnya hanya untuk berkeliling, menikmati salah satu aset bersejarah bangsa ini.

“Baru beberapa bulan lalu, Menteri ESDM, Jero Wacik dan Menakertrans naik mobil ini. duduknya persis di tempat yang kamu duduki sekarang” ungkap Tonggana seraya menunjuk tempat duduk pemuda di barisan terdepan.

Pria kelahiran Padang Sidempuan ini pun mengisahkan betapa sulitnya ia diterima kerja di TMII sepuluh tahun silam. Tergiur tawaran teman, Tonggana menerima kesempatan berkarir di TMII. Baginya, TMII bukan sekedar taman biasa.

“Ini tempat bersejarah, dulu, tes masuknya saja sulit sekali. Pakai tes tertulis segala. Kalau saya gak kenal orang dalem, wah, tidak akan ada saya di sini menemani anda-anda semua.” lanjutnya.

Sebagai pekerja, Tonggana mendapatkan rumah dinas tak jauh dari TMII. Sayang, rumah dinas tersebut tidak dikelola oleh pemerintah, melainkan oleh pihak yayasan yang juga mengelola TMII hingga sekarang. Setiap bulan, pada saat penerimaan gaji, Tonggana juga biasa menerima bantuan beras dan sembako.  

“Cuma sepertinya bulan ini sudah tidak lagi, kemarin ada pengumuman bahwa beras akan digantikan dengan uang. Mungkin untuk kemudahan” jelas Tonggana.

Meski demikian, Tonggana baru sempat berkunjung ke kampung halamannya pada satu tahun terakhir, tepatnya akhir tahun 2012 lalu. “Yah, mau diapain lagi. Dari sebelas tahun bekerja, saya baru sempat pulang tahun kemarin. Saat anak-anak saya libur, saya harus bekerja. Saat saya libur, anak-anak sekolah. Saya bahkan hampir lupa kalau anak saya yang paling tua sudah kuliah. Bulan depan sudah mau menikah.” ucap Tonggana.



Menurut Tonggana, TMII sangat jarang menerima pekerja baru. Karenanya, setiap beberapa tahun sekali, diadakan mutasi untuk memindah-tugaskan karyawan yang ada.

“Saya saja dulu di pintu tiket hampir lima tahun, di staff hukum, tiga tahun. Sekarang-sekarang aja saya bawa mobil. Cuma ya, gajinya begitu-begitu saja” ia menambahkan.

Di sisi lain, fasilitas mobil keliling yang dimiliki TMII, kini berjumlah total enam belas unit, dengan setiap unitnya hanya dikendarai oleh satu orang pengemudi. Para pengemudi mobil keliling ini adalah para pekerja yang telah mengabdi puluhan tahun dan hampir memasuki masa pensiun.

Berdasarkan data HUMAS TMII, biaya operasional Taman Mini berkisar dua setengah miliar rupiah setiap bulannya. Biaya tersebut sudah termasuk dengan gaji karyawan sebesar satu miliar rupiah.

Liputan6.com pun pernah menyebutkan, bahwa pada tahun 2001 TMII pernah meminta subsidi pemerintah untuk biaya listrik sebesar tiga ratus juta rupiah per bulan.

Namun, pihak pemerintah hingga kini masih enggan untuk mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita. Hal ini dikarenakan pemerintah belum melihat struktur organisasi maupun pertanggungjawaban yang jelas dari pihak pengelola.

Mobil keliling Tonggana, kini berjalan menyusuri danau buatan Taman Mini. Tonggana tampak sedikit memalingkan wajahnya ke arah spion mobil. Alih-alih memandang tenggelamnya sang surya ke balik danau, Tonggana perlahan menyembunyikan tetesan air mata nan mengucur dari balik pelipisnya. Perlahan ia berbisik “harusnya dulu ku kejar mimpiku jadi menteri, bisa naik haji.”

Foto: Saya dan Pak Tonggana





Kala

Ada kalanya
Manusia marah
Kecewa
Menangis
Berdarah
Gelisah
Di saat orang lain tak mengetahui apapun tentang mereka
Itu bukanlah saat yang menyenangkan
Tidak, tidak sama sekali
Ada saatnya,
Ketika bulan bersinar redup
Kelam meski bercahaya
Tanpa bintang-bintang mendampinginya
Di saat semua orang hanya bisa berkata,
"Mendung"
Lalu mereka mempersiapkan diri untuk menyelamatkan diri masing-masing
Tanpa perduli
Tanpa perduli
Bahwa cahaya telah mati
Di saat itulah
Kau hanya akan melihat kelam
Dan mengabaikan semua kesempatan yang melintasimu
Kau membiarkan semuanya pergi
Entah kemana
Entah untuk apa
Di saat itulah manusia berbondong-bondong mencari cahaya
Cahaya yang menurut mereka adalah kebenaran
Padahal mereka tahu
Bahwa cahaya itu dekat
Bahkan terlalu dekat
Sampai mereka tak mampu melihatnya
Atau bahkan tak mau melihatnya
Karena itu,
Bukanlah kebenaran yang mereka inginkan
Ada saatnya
Dimana orang-orang serakah tahu
Bahwa keserakahan mereka tiada guna
Membabi buta tanpa alasan
Padahal mereka tahu
Bahwa babi pun tidak buta
Ada saatnya
Dunia ini akan kembali seimbang
Di saat semua orang panik
Bimbang
Enggan untuk berfikir
Enggan berkorban
Kecuali untuk dirinya sendiri
Ada saatnya
Kita semua akan berpindah kereta
Dan mengetahui bahwa kereta yang kita naiki sebelumnya adalah kereta yang salah
Ada saatnya kita semua akan berjalan menuju kebenaran
Tanpa pembantaian
Tanpa pengorbanan
Tanpa darah dan dosa
Tapi tidak hari ini kawan,
Tidak hari ini
Karena itulah aku tak memberikan titik
Hingga titik itu muncul dengan sendirinya
Memberi petunjuk pada manusia
Kapan mereka harus berhenti
Karena itu, mereka akan tahu kapan harus memulai
Meniadakan rasa sakit
Meniadakan kebencian
Meniadakan dendam
Dan memulai sebuah awal
Menuju kebenaran
Kepada kebenaran
Tapi tidak hari ini,
Karena kala itu 'kan datang.

IISIP Jakarta Jadi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan


Bersalaman, Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut dan Prof. Dr. Bagir Manan saat penyerahan sertifikat Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan Indonesia di Auditorium IISIP Jakarta, (Selasa, 18/12/12). Foto: Rachman Achdiat

Rektor Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP), Jakarta,  Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut, menyatakan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan Dewan Pers dengan menunjuk IISIP sebagai Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan Indonesia pada 18 Desember 2012 lalu. "Mendidik mahasiswa menjadi wartawan yang unggul bukan perkara mudah. Tidak hanya dari segi kemampuan/kompetensi sebagai wartawan, tapi juga etika," tuturnya.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Wina Armada Sukardi menyebutkan, ada empat lembaga yang dapat menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia. "Pertama organisasi wartawan, kedua perusahaan pers, ketiga lembaga pendidikan dan pelatihan wartawan, dan Perguruan Tinggi," ujar Wina di Auditorium Kampus Tercinta IISIP, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).

IISIP Jakarta ditetapkan sebagai satu dari tiga Perguruan Tinggi di Jakarta yang dipercaya Dewan Pers sebagai institusi yang nantinya memiliki kewenangan untuk menguji kompetensi wartawan Indonesia. Dua perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Indonesia (UI) dan London School. 

Penetapan IISIP Jakarta sebagai salah satu lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia melalui berbagai tahapan, salah satunya melalui verifikasi Dewan Pers pada 5 Desember 2012. Tanggal ini bertepatan dengan tanggal berdirinya IISIP sebagai institusi pendidikan yang dalam perjalanan sejarahnya sempat berganti-ganti nama mulai dari Akademi Djurnalistik, Perguruan Tinggi Publisistik, dan Sekolah Tinggi Publisistik.

Pada 13 Desember 2012, Dewan Pers menyatakan bahwa IISIP Jakarta telah lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia. Menurut Wina, hal ini salah satunya disebabkan IISIP selalu menghasilkan lulusan yang sebagian besar terjun berprofesi sebagai jurnalis andal, selain juga karena latar belakang kiprahnya yang selama 59 tahun telah teruji dalam dunia pers. “IISIP memiliki tradisi panjang yang telah teruji, sehingga kami tidak ragu untuk menetapkan IISIP sebagai lembaga penguji kompetensi wartawan yang berlaku secara nasional,” ungkap Wina.

Rektor IISIP, Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut, sebelumnya mengungkapkan, kurikulum yang diberlakukan di IISIP telah diakui dan diakreditasi pihak-pihak yang berkompeten. Menurutnya, menghasilkan wartawan yang unggul bukan perkara mudah. Oleh karenanya, IISIP banyak merekrut dosen praktisi (sebagian besar wartawan) untuk mengajar di Perguruan Tinggi ini. Ragam fasilitas penunjang pun disiapkan demi tercapainya misi yang diusung tersebut. "Secara periodik kami lakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kurikulum pembelajaran. Selain itu, perhatian terhadap perkembangan ICT juga kami terapkan melalui tugas-tugas mahasiswa," ujar Maslina.

Maslina bahkan telah menunjuk beberapa dosen sebagai penguji kompetensi lulusan IISIP Jakarta nantinya. Dua orang di antaranya adalah Gantyo Koespradono (Media Indonesia) dan Dedet Rohullah Bur. “Mahasiswa IISIP yang telah lulus menjadi sarjana dan nantinya akan bekerja sebagai wartawan, sebaiknya ikut dulu uji kompetensi wartawan. Boleh saja lulusan IISIP menyandang gelar sarjana komunikasi-jurnalistik, tapi belum tentu ia memiliki kompetensi sebagai wartawan” komentar Dedet.

Salah satu dosen penguji, Gantyo Koespradono menuliskan pada blognya, pers telah menjadi industri dan informasi yang terbuka lebar. Praktis tanpa batas. Siapa pun bisa dengan gampang mengklaim dirinya sebagai wartawan/pewarta tatkala yang bersangkutan telah bekerja di perusahaan yang memproduksi berita dan informasi. 

Gantyo Koespradono, salah satu dosen penguji kompetensi wartawan IISIP Jakarta, (Selasa, 18/12/12).  Foto: Rachman Achdiat

“Pun tak bisa dipungkiri stigma wartawan sebagai ‘pahlawan’ kebebasan kebebasan masih begitu kuat di masyarakat dan tak urung membuat para pekerja pers, terutama wartawan menjadi sombong dan kemudian ‘memproklamasikan’ kebebasan yang dimilikinya tanpa batas” tulis Gantyo pada blognya.

Prof. Dr. Bagir Manan memberikan kuliah umum di IISIP Jakarta, (Selasa, 18/12/12). Foto: Rachman Achdiat.

Pada 18 Desember 2012, Dewan Pers kemudian melakukan penyerahan sertifikat resmi lembaga penguji kompetensi wartawan Indonesia kepada pihak kampus IISIP Jakarta. Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Bagir Manan, pun sempat memberikan kuliah umum di ruang Auditorium Kampus IISIP Jakarta. “Masyarakat dalam sebuah bangsa, akan runtuh jika pers terlalu bebas. Kebebasan pers tanpa batas bisa melahirkan tindakan anarkistis. Oleh sebab itu, kebebasan sebaiknya dihemat” pesan Bagir Manan kepada mahasiswa-mahasiswi IISIP Jakarta.










Malaikat Modern Itu Datang dari Microsoft!




Heyhooo, setelah sekian lama tidak memunculkan diri di blog ini, kini daku kembali! Haha.

Long time no see yak. Tenang, jangan kaget, jangan kangen, saya tau saya ganteng sob hohoho.

Eh ini mau nulis apa sik sebenernya?

OK, straight to the point, postingan kali ini gak terlalu serius kayak yang sebelum-sebelumnya, saya mau curhat aja gan. Jadi gini, persis minggu kemarin dosen di Kampus Tercinta berbondong-bondong mengirimkan tugas kuliah. You know, bikin makalah, presentasi, all of that stuff. The challenge is, saya adalah mahasiswa yang sudah menjejaki langkah di dunia karir dan bisnis. Sangat memiliki waktu minim untuk kumpul bareng teman ngerjain tugas kuliah, diskusi kelompok, dan lain-lain. Apalagi mahasiswa jaman sekarang kalau diajak kumpul susah dan suka ngaret. 

So, as usual, ujung-ujungnya saya yang mengerjakan tugas dari mencari bahan sampai proses presentasi. Too bad, pada beberapa kesempatan, dosen dan pihak kampus suka mengganti jadwal kuliah secara mendadak, H-1, maklum, masih orang Endonesa, waktu kerjanya entah bagian Negara sebelah mana. Jadi, para mahasiswa mau tidak mau, suka tidak suka harus ngikut jadwal ini si dosen kapan pun dia mau. Gak jarang, para dosen memilih jam presentasi tugas siang-siang, which is sering kali bikin saya terlambat untuk client meeting atau bikin laporan ke kantor. Secara, di Indonesia jam kerjanya kan cuma 8 jam. Beruntunglah di kantor saya, jam kerjanya punya toleransi dengan jam kuliah saya. Namun, bagaimana dengan teman-teman saya di kampus lain yang senasib dengan saya? Yang harus kerja sambil kuliah dan mengalami hal serupa dengan saya namun tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikannya?

Ditengah kegalauan dilematis ala mahasiswa perjuangan yang suka turun aksi dan bekerja demi jenjang pendidikan tinggi yang mengagungkan selembar kertas ijazah dan tagihan SPP tiap akhir semester, eng ing eeenng!!! Seorang kawan saya dari industry kreatif, M Ario Adimas, tiba-tiba dan tanpa panggilan dewa, mengirimkan sebuah titah melalui penyampai wahyu saya yang bernama Google Mail, ini suratnya :



Yap! Thanks God the Almighty! Yang mendengar doa dan harapan saya, Dia menurunkan wahyu kepada saya untuk datang ke undangan launching software terbaru dari Microsoft Indonesia, Ms. Office 2013! Yang mana saya merupakan salah satu dari sekian juta masyarakat dunia yang sudah jatuh cinta dengan Ms.Office sejak pertama kali belajar mengetik tahun 1998 lalu.

Meski saya mencintai Ms.Office sejak berusia 8 tahun, saya menyadari kekurangan dan kelebihan software dokumen yang satu ini. Mulai dari rumus excel yang njelimet, sampai repotnya meng – convert file format pdf ke Ms. Word, belum lagi kalau tengah serunya ngetik tiba-tiba terjadi crash sehingga data yang sudah ditulis 99 persen hampir kelar, langsung lenyap seketika. Saya sempat kecewa pada Microsoft saat kejayaan produk Apple merajalela, ngirinyaaa minta ampun liat presentasi keren-keren yang ada di keynote nya macbook. Belum lagi saat pertama kali bekerja saya diperkenalkan pada Google Document yang kini namanya Google Drive, dimana semua file bisa di save secara otomatis melalui internet dengan sistem cloud server (klik untuk melihat definisi cloud server)

Setelah saya menemui klinik Tong Fang, eh salah, maksud saya, setelah saya mendapat wahyu dari utusan Microsoft, BAM! I LOVE MICROSOFT! AGAIN and AGAIN and AGAIN!

Why?
Here is why, produk terbaru dari Microsoft yang disebut dengan Ms. Office 2013 ini memiliki kecanggihan yang mampu mengalahkan kekurangan Ms. Office versi sebelumnya juga para kompetitornya dalam hal membuat, menyimpan dan mengarsipkan dokumen-dokumen penting.

#OfficeBaru (Ms. Office 2013) kini bisa diakses dimana saja, kapan saja, dengan device apa saja! Kita semua sudah tahu kalau Windows sekarang sudah semakin canggih dengan dikeluarkannya Windows phone dan OS Windows 8. Ms. Office 2013, kini Cuma memerlukan satu license untuk semua device, mulai dari Desktop PC, Laptop, Smartphone, sampai Tablet Computer!  





#OfficeBaru (Ms. Office 2013) kini tersingkronisasi melalui cloud server skydrive secara default, dimana kita bisa save file dimana saja, dari device apa saja, kapan saja melalui internet! 

#OfficeBaru (Ms. Office 2013) memiliki fitur yang disebut Roaming. Fitur ini yang paling berguna banget bagi saya, di fitur ini kalau misal saya lagi seru-serunya ngetik tiba-tiba terjadi crash, saya tidak perlu takut kehilangan file yang belum saya save, karena begitu saya buka lagi, dia langsung otomatis kembali pada data yang tengah saya kerjakan hanya dalam satu klik! 

#OfficeBaru (Ms. Office 2013) juga memiliki fitur streaming office on demand, artinya kita bisa akses file-file ms.office dari mana saja dengan metode remote, misal saya punya data ms.word ketinggalan di PC rumah, saya Cuma bawa tablet computer, saya buka ms.wordnya and voila! Saya bisa nemu file saya yang ketinggalan di PC rumah!  

Di #OfficeBaru (Ms. Office 2013) via Ms. Word, kini saya juga bisa browsing, blogging, skyping, searching, sampai tweeting tanpa harus keluar dari Ms. Word! Jadi, kalau saya lagi bekpekeran ke Raja Ampat, lalu tiba-tiba sinyal ilang, dan saya ingin sekali ngeblog, saya tinggal tulis di Ms.Word, save, trus begitu nemu Internet langsung post ke blog tanpa harus buka browser!



Di #OfficeBaru (Ms. Office 2013) sekarang, Power Point presentationnya bener-bener bikin ngiler! Udah desain templatenya makin keren, saya juga bisa lakukan presentasi via Online! Jadi, kalau saya lagi ada tugas kantor dan saya harus presentasi tugas di kampus, tinggal telepon dosen buat nyalain inet di kampus dan voila! File presentasi saya bisa langsung cus! nongol depan kelas! Huwehehehe *geregetan* akhirnyabisangalahindosen*

Kalau di Apple OS ada keynote, di #OfficeBaru (Ms. Office 2013) ada OneNote! di OneNote, selain desainnya simple, notebook filenya juga bisa di share ke beberapa pengguna! Bisa ditambahin table, bisa ditambahin video, ga ada duanya! 



Di #OfficeBaru (Ms. Office 2013) OneNote juga bisa difungsikan sebagai catatan meeting dan di Power Pointnya ada fitur View Presenter dimana saya bisa presentasi via video dan ada tambahan papan tulis virtualnya pula! Keren!


#OfficeBaru (Ms. Office 2013) juga memanjakan saya dengan kemudahan rumus-rumusan di Ms. Excel, semua sudah tinggal klik dan pilih! Ga perlu lagi tuh pusing-pusing mikirin makro-makroan, buat anak-anak finance, this is your savior! 

Belum lagi kalau ngebahas tampilan Ms. Outlooknya #OfficeBaru (Ms. Office 2013), udah clean, bisa chatting, ada social connectornya dan bisa bikin agenda via calendar!

Masukin gambar, audio dan video di #OfficeBaru (Ms. Office 2013) gak lagi sejelimet dulu, ga ada lagi tuh text wrapping-an, semuanya udah wrap dengan sendirinya dan langsung jadi keren! Tinggal geser, geser, klik, jadi deh! XD

Secara desain user interface, #OfficeBaru (Ms. Office 2013) not bad laah, sangat user-friendly untuk mobile dan desktop document.  Kalau punya tablet paling enak, tinggal sentuh-sentuh dikit dia langsung “terangsang” huwehehe. 

Overall, saya cuma punya 3 kalimat yang saya rasa cukup mewakili sifat-sifat #OfficeBaru (Ms. Office 2013) ini, yakni : cleaner, sleeker, and easier on the eyes!

Siapa sangka, sepulangnya dari memenuhi undangan sang pengirim wahyu, esoknya saya dapat email lagi dari yang maha kuasa atas Microsoft,













Eng ing eeeng! Saya dapat License untuk pakai Ms. Office 2013 GRATIS!!!!!  Huahahaha *lompatlompatjerukdurendiataskasur*   

Thanks God! You saved my life by the hands of Microcoft! Hasta la vista, baybeh!

Buat kamu yang udah penasaran banget atau penasaran ajah sama Microsoft Office 2013 terbaru ini bisa cek video nya yang dijamin bikin ngiler di sini :






Dan product knowledge nya, Official dari Microsoft di sini  (klik aja)


Nah, kalau kamu mau menyelematkan hidup dan masa depan perkuliahanmu, mending buruan deh sekarang beli Microsoft Office 2013 nya. Saya dapat kabar burung dari si pengirim wahyu kalau produk ini bakalan laku dipasaran dan bakalan cepat habis seiring jayanya masa depan Windows dan Microsoft! 

Kalau mau beli, beli yang ori yak. Jangan sesekali kamu berani mendownload versi bajakannya. Karena percayalah, apapun yang sifatnya “bajakan” tidak akan berumur panjang dan ada sanksi hukumnya. Nyari pacar aja ga mau yang “bajakan” kan? Apalagi nyari software penyelamat masa depan. :D

Keep it up bro! Love, peace and say no to sok gaul! 

Ini foto saya bersama teman-teman dunia digital lainnya di HQ nya Microsoft Indonesia :








Apa Itu Situs Crowdfunding?





Crowdfunding atau biasa juga disebut dengan crowd financing, equity crowdfunding, atau hyper funding adalah usaha kolektif dari seseorang atau sekelompok melalui jaringan dan memanfaatkan semua resources yang tersedia, biasanya dilakukan melalui internet, untuk mendukung sebuah project dan atau bisnis yang diinisiasi oleh seseorang atau sekelompok orang lainnya. Crowdfunding digunakan untuk mendukung banyak ragam kegiatan, mulai dari penanggulangan bencana alam, citizen journalism, kegiatan artist, kampanye politik, seeding dana perusahaan startup, film, hingga sesederhana pembuatan software gratis dan penelitian ilmiah.


Dewasa ini, crowdfunding telah menjadi metode alternatif untuk meningkatkan pencarian dana untuk bisnis dan proyek kreatif. Dipopulerkan oleh Kickstarter.com di Amerika, melalui crowdfunding baik pebisnis maupun pemilik proyek kreatif bisa menarik perhatian orang banyak untuk menawarkan proposal mereka. Pun setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi mulai dari tahap terkecil terhadap proposal yang ditawarkan, jika mereka tertarik terhadap proposal tersebut. Setiap proposal yang ditawarkan memiliki target funding tersendiri yang dipublikasikan melalui internet secara transparan dan fair.


Dalam perkembangannya, crowdfunding memiliki berbagai macam model, diantaranya:

Equity-Based Crowdfunding menerapkan pola donate for equity, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa equity (persentase kepemilikan suatu perusahaan, yang biasanya dalam bentuk saham - SIN).

Donation-Based Crowdfunding menerapkan pola donate for tangible, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa hal-hal non-monetary seperti diskon voucher tertentu, t-shirt, CD pra rilis, atau produk yang sudah jadi.

Debt-based Crowdfunding menerapkan pola donate for financial return, dimana orang banyak diminta untuk mendukung sebuah bisnis atau proyek kreatif dengan reward berupa keuntungan finansial tertentu. 


Di dunia internasional, situs crowdfunding kini telah menjadi salah satu situs yang dianggap ‘seksi’ oleh kalangan pebisnis dan pelaku kreatif. Munculnya situs-situs crowdfunding selain Kickstarter.com, seperti CircleUp dan Fundable, telah memberikan animo positif dikalangan penggunanya. 12 proposal proyek film yang diunggah ke situs Kickstarter.com telah dipertontonkan pada Tribeca Film Festival 2012, CircleUp menjanjikan hak dividen terhadap proposal perusahaan yang dibantu investasi awalnya, dan Fundable mampu melewati target pendanaan produk yang diunggah pada situsnya yang pada awalnya ditargetkan mencapai $10,000, ternyata tembus hingga $14,000.


Di Indonesia, kini juga telah ada situs crowdfunding sejenis. Wujudkan.com adalah situs crowdfunding yang didirikan sejak Februari 2012 oleh Mandy Marahimin, produser dan aktivis perfilman Indonesia. Situs ini dibuatnya karena kepeduliannya terhadap perkembangan industri kreatif di Indonesia. Mandy menjelaskan, industri kreatif di tanah air tidak didukung oleh publik sendiri. Konsumen hanya dijejali karya-karya yang cenderung bernilai bisnis.

"Melalui situs ini, semua orang bisa memilih untuk memberikan dukungan kepada karya-karya yang mereka inginkan terwujud. Semua orang bisa terlibat aktif dan bukan hanya menjadi konsumen pasif," kata Mandy di Restoran Tjikini, Jakarta, seperti dilansir Kompas Tekno pada Kamis (29/3/2012).


Hingga saat ini, Wujudkan.com telah berhasil mewujudkan proposal proyek - proyek kreatif yang diunggah pada situs. Beberapa diantaranya, karya arsitektur - Atap Untuk Rumah Uay, modul pendidikan animasi - Banyu dan Elektra Menyalakan Kota, film non-naratif - Epic Java, dan film drama layar lebar yang diproduseri Mira Lesmana - Atambua 39C.

“Untuk film ini, kita membutuhkan dana sekitar Rp 300 juta. Lewat wujudkan.com, dalam dua minggu ini kami dapat Rp 79 juta," cerita Mira pada Kompas, Senin (12/3/2012).


Berikut video singkat yang menjelaskan tentang Wujudkan.com :